Pages

Monday, 14 March 2011

cellini luggage andalan keluarga...

cellini bag
Sejak Baby Bindi mulai plesiran jelajah nusaraya, saya terpaksa membeli tas atau luggage khusus yang bisa muat pakaian kami bertiga selama sekitar 4 hari bepergian. Setelah beberapa hari survey, akhirnya menemukan Cellini luggage. Yang saya sukai dari tas ini, meskipun kapasitas dan ukurannya lumayan gede, tapi akan terlihat lebih ringkas jika kebetulan sedang tidak digunakan karena bahannya tidak kaku seperti koper. Selain itu bentuknya yang casual sudah pasti cocok dengan karakter saya.

Cellini luggage ini saya beli setelah perjalanan pertama Bindi ke Bali saat usianya 9 bulan. Waktu itu, kami masih trmenggunakan travel bag Eastpak seri Warehouse yang semula termasuk koleksi tas gede saya. Eh, nggak tahunya nggak muat alias saya masih harus menjejalkan barang-barang ke kantong lain. Alhasil, bawaan kami jadi banyak banget. Apalagi waktu itu selain travel bag, kami juga bawa ransel gendongan dan stroller. Masih ditambah ransel daypak yang nempel di punggung. Kebayang kan betapa kedua tangan kami penuh dengan bawaan?

Pengalaman pertama plesiran ke luar pulau yang penuh bawaan itu sudah pasti nggak pengin kami ulang. Salah satu solusinya adalah dengan membeli tas yang lebih besar yang muat untuk menampung pakaian, kaleng susu, mainan, dll. Jadi saat plesiran kami cukup membawa sebuah travel bag yang akan masuk bagasi bersama ransel gendongan bayi atau stroller (dipilih salah satu sesuai kebutuhan), dan sebuah daypack yang berisi botol susu, biskuit, diapers, dan sepotong pakaian ganti selama di perjalanan.

Oh ya, saat plesiran dengan Baby Bindi saya memang menghindari menggunakan ransel yang biasa saya pakai kalau lagi backpacking. Sebagai gantinya saya lebih memilih koper yang bisa dibuka lebar sehingga mempermudaha mengambil barang tertentu. Maklum lah, namanya juga baby traveler, bawaannya pasti aneh-aneh, nggak cuma baju. Tapi juga ada mainan dan buku kesayangannya. Maianan ini sudah pasti harus mudah diambil. Nah, kalau bawa ransel, bisa lebih ribet. Harus bongkar-bongkar dulu semua isinya.

Setelah punya Cellini bag ini, bawaan utama kami bertiga bisa masuk semua jadi satu. Total beratnya sekitar 27kg. Hehe...!

Thursday, 3 March 2011

barito river cruise

baby bindi kegirangan di atas kelotok
menyusur sungai dengan kelotok merupakan pengalaman wajib yang harus dinikmati saat berkunjung ke borneo. begitu juga ketika kami mengajak baby bindi ke banjarmasin, petualangan ini nggak boleh dilewatkan. meski bindi harus bangun pagi-pagi buta sekitar pukul 04.00 dini hari.

untung baby bindi bisa bangun dengan ceria tanpa mewek-mewek. sepertinya dia tahu bahwa akan diajakin jalan-jalan. makanya, tetep fun meskipun masih ngantuk berat. buktinya, baru sekiar 10 menit di atas kelotok, bindi langsung tertidur lagi. hihiii...

destinasi utama kami adalah pasar terapung kuin di sungai barito. jujur nih, sebenarnya saya pengin ke pasar apung lok baintan, yang lebih rame dan padat. kayaknya seru buat difoto-foto. tapi karena pagi itu hujan dan jarak ke lok baintan (martapura) relatif lebih lama (hampir 1 jam perjalanan air), ya sudahlah ke kuin saja. sekalian liat monyet di pulau kembang.

ternyata pula, sudah makin jarang para penjual di pasar apung kuin. malah, banyakan kelotok wisatawan. haha...! padahal jaman dulu ke sini tahun 1994, pasar apung kuin cukup rame. kelotok kami sampe bersenggolan dengan yang lain. penjual-penjualnya banyak, aneka sayur dan wadai (kue-kue).

oh ya, saya juga sempet jajan kue untuk mengganjal perut yang kosong. nggak puas makan kue, dilanjut jajan soto banjar dan nasi kuning. eh, rupanya ada floating restaurant..! menunya beragam, soto, sate, nasi kuning, dll. pembeli juga bisa masuk ke atas perahu yang sudah disiapin meja dan bangku panjang. saya sih tetep makan di atas kelotok carteran kami, biar nggak repot ngangkat bindi.

setelah perut kenyang, barulah kami melanjutkan perjalanan ke pulau kembang, pulau yang dihuni monyet. lokasinya nggak jauh dari pasar kuin kok. sayangnya, hujan nggak juga reda. males banget mau turun. jadi kami cuma bisa menikmati monyet-monyet berlarian dari kejauhan. tapi baby bindi udah girang nggak karuan loh. dia tunjuk-tunjuk itu monyet-monyet sambil berseru-seru girang. apalagi ketika kami lemparin pisang, monyet-monyet itu berlarian turun ke air. lucuuu...!

Wednesday, 2 March 2011

banjarmasin riverside walk

pedestrian yang enak buat jalan-jalan sore
WOW..! beneran, ini ekspresi kagum dan keterkejutan saya saat menemukan riverside di sepanjang jl. sudirman, depan masjid raya & kantor gubernur. maklumlah, dulu jaman saya pertama kali ke kota ini th 1994 dan diulang th 1996 saat kkn di kab pelaihari, belum ada riverside walk ini.

ternyata pula, pada hari minggu sore kemarin (27/2/2011) sedang ada atraksi "melukis pelangi" (eh, ini saya sendiri yang menamainya) yang dilakukan oleh para fire-fighter alias tim pemadam kebakaran. tadinya, kami pikir bunyi sirine yang meraung-raung itu karena ada kebakaran, eh nggak taunya mobil2 pemadam kebakaran pada berdatangan dan parkir berjejer di tepi sungai. mereka lantas menyedot air sungai dan menyemburkannya ke udara, ke atas sungai martapura. sejurus kemudian, terciptalah pelangi...

atraksi melukis pelangi di atas sungai martapura

pelangi-pelangi..alangkah indahmu..merah kuning hijau di langit martapura..pelukismu agung, siapa gerangan..pelangi-pelangi ciptaan fire fighter..!

haha..saya nyanyikan lagu itu untuk baby bindi yang tampak takjub melihat air yang menyembur-nyembur di udara...

oh ya, di sisi ruas jalan sudirman yang lain, terdapat riverside walk yang indah, tempat kongkow anak-anak muda banjarmasin pada hari minggu. pedestriannya luas dan nyaman buat nongkrong dan jalan. baby bindi langsung berlarian tanpa henti, bikin bapak dan emaknya ngos-ngosan. soalnya rada kawatir juga, karena besi teralis pagar pembatasnya banyak yang dicuri! aarrrgghh...bikin emosi..! pagarnya jadi melompong, nggak aman buat anak-anak kecil. baby bindi bisa langsung mbrobos nyemplung kali kalo nggak dihalangin. 


[album foto bisa diintip di sini]